a

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa cum sociis Theme natoque.

FAMILIARIZATION TRIP

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Barat mengadakan kegiatan Familiarization Trip atau yang disingkat dengan famtrip. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di satu daerah dengan cara mengundang dan memfasilitasi para public figure, pegiat media sosial, insan media dan travel agent untuk mengalami, mengakrabkan diri dan mengenal lebih dekat kearifan lokal, keunikan budaya, keramahan masyarakat dan keindahan alam di Kabupaten Nias Barat. Menurut Elfira Hotmulani S.I.Kom selaku Kepala Bidang Promosi dan Kelembagaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Barat bahwa kegiatan famtrip merupakan salah satu strategi promosi yang cukup efektif dibandingkan promosi pariwisata secara konvensional seperti iklan karena kita langsung mendatangkan para pelaku pariwisata, blogger, vlogger dan youtuber kemudian melalui media sosial yang dimiliki mereka akan membagikan pengalaman mereka selama berkunjung di destinasi pariwisata yang ada di Nias Barat. Efek dari pemberitaan mereka tentu kita berharap akan semakin banyak orang mengenal pariwisata Nias Barat dan merencanakan perjalanan wisatanya ke Nias Barat.

Kegiatan famtrip ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 27 s.d 29 Oktober 2018, mengundang 10 orang peserta antara lain 8 orang dari luar pulau Nias dan 2 orang dari Pulau Nias. Pelaksanaan famtrip pariwisata Nias Barat dibantu oleh Go Nias Tour, salah satu tour & travel agent lokal yang sudah berpengalaman dalam mengorganisir perjalanan wisata ke Pulau Nias. Menurut Java Gea selaku pelaksana Go Nias Tour, kegiatan famtrip yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Barat adalah sebuah terobosan yang out of the box dalam mempromosikan pariwisata dan sepertinya kegiatan ini yang pertama kali diadakan di Kepulauan Nias. Adapun destinasi pariwisata yang dikunjungi antara lain:

  1. Situs Megalitik Hiligoe Desa Sisarahili, Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat
  2. Pulau Asu dan Pulau-Pulau dalam wilayah Kepulauan Hinako
  3. Pantai Sirombu
  4. Sanggar dan Pengrajin Bola Nafo di desa Lolowa’u

 

Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely, S.Pd dalam arahan dan bimbingannya diacara ramah tamah penyambutan rombongan famtrip di Pendopo Bupati Nias Barat mengungkapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan seluruh peserta yang telah jauh-jauh datang dari tempat asalnya untuk membantu mewartakan segala potensi pariwisata yang ada di Nias Barat. Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely, S.Pd mendukung sepenuhnya upaya-upaya yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Barat untuk mempromosikan keunggulan pariwisata di Nias Barat sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nias Barat, Drs. Yosua Hia, MM menyampaikan bahwa kegiatan famtrip ini merupakan pengalaman pertama Dinas Pariwisata dalam melaksanakannya. Kiranya segala hal baik dan menarik yang dilihat dan dialami selama berwisata di Nias Barat biarlah menjadi bahan pemberitaan bagi seluruh peserta namun jika ada hal yang kurang berkenan biarlah menjadi bahan dan catatan bagi Kabupaten Nias Barat khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sebagai submical kegiatan untuk berbenah lebih baik.

 

Berikut ini ringkasan catatan perjalanan selama pelaksanaan Famtrip.

 

  1. Situs Megalitik Hiligoe

Kunjungan ke situs megalitik Hiligoe ini dilakukan pada hari pertama (27 Oktober 2018) setelah para peserta menikmati makanan khas Nias Gowi Nifufu dan Pisang Goreng. Saat berkunjung ke Situs Megalitik Hiligoe ini para peserta sangat antusias dalam menyaksikan dan mendokumentasikan arca batu yang sudah didirikan sejak tahun 1778 apalagi dengan ukurannya yang besar serta nilai-ilai yang terkandung di dalamnya. Peserta menyimak dengan baik penjelasan tentang situs megalitik tersebut dari Aktivitas Sarumaha yang merupakan pendamping dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Nias Barat.

 

Beberapa hal yang menjadi catatan para peserta selama kunjungan ke situs megalitik Hiligoe ini adalah: Secara umum lokasi situs megalitik ini sangat menarik dan potensial untuk dijadikan salah satu objek kunjungan wisata bahkan bisa menjadi icon wisata budaya di Nias Barat mengingat bentuk arca batu yang besar dan berbentuk manusia yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya di kepulauan Nias. (batu megalitik lainnya di kepulauan Nias hanya berbentuk batu panjang dan tidak sebesar yang ditemukan di situs megalitik Hiligoe). Apalagi akses dari jalan utama sangat mudah sehingga bisa dimasukkan dalam rute perjalanan wisatawan. Hanya saja perlu pembenahan dalam rangka mendukung situs megalitik ini sebagai DTW, antara lain: Kebersihan dari lokasi situs hendaknya tetap dijaga, juga dengan penyediaan tempat sampah dibeberapa titik (namun tidak menggangu/ tidak berdekatan dengan objek megalitik), penyediaan toilet, pemanfaatan rumah adat agar bisa dimasuki saat ada tamu serta penyediaan informasi tentang situs megalitik tersebut. Peserta juga menambahkan agar dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar bisa diadakan penjualan souvenir kerajinan tangan yang terkait dengan situs megalitik tersebut juga dengan menjual makanan dan minuman. Potensi yang bisa dikembangkan: Homestay, spot foto berburu sunset dan juga tempat pertunjukkan sanggar seni budaya.

 

 

2.    Pulau Asu dan Pulau – Pulau dalam gugusan Kepulauan Hinako

Kunjungan ke Pulau Asu dilanjutkan setelah sambutan dari Bupati Kabupaten Nias Barat di Pendopo Bupati pada tanggal 27 Oktober 2018 dengan menumpang dua speed boat yang disediakan oleh Ina Silvi Cottage tempat peserta menginap. Peserta tiba di Pulau Asu sore hari sekitar pukul 17:30. Peserta sangat bersemangat begitu tiba di Pulau Asu saat menyaksikan air laut yang sangat jernih, pantai berpasir putih dan bersih, apalagi dengan disambut oleh pelangi di langit Nias Barat sore itu. Peserta sangat antusias mengambil foto dan video.

Malam hari para peserta dijamu dengan Lobster yang membuat peserta semakin bersemangat dan menikmati berada di Pulau Asu. Para peserta bahkan menyampaikan bahwa Lobsternya sangat enak dan jika memakannya di luar Nias akan sangat mahal. Usai makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dipandu oleh Kristina Sitompul yang menjadi pendamping dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Esok harinya peserta berencana berburu sunrise namun karena awan tebal sehingga matahari pagi tidak kelihatan. Usai sarapan para peserta berencana menjelajah Pulau Asu dan melihat ombak surfing di sisi utara Pulau Asu (Asu Camp) namun karena hujan akhirnya peserta mengisinya dengan berkunjung ke Puri Asu Resort untuk melihat fasilitas dan akomodasi yang tersedia. Di sini juga peserta mengisi waktu dengan snorkeling, paddle boarding atau sekedar berfoto di area pantai.

Usai makan siang peserta para peserta berkesempatan membagikan buku-buku bacaan, buku gambar dan pensil warna serta mainan kepada anak-anak yang ada di Pulau Asu sebagai bentuk kepedulian mereka serta berbagi kasih dengan anak-anak di lokasi wisata. Kegiatan berbagi kasih ini juga sangat berkesan kepada peserta. Usai kegiatan tersebut, peserta melanjutkan perjalanan untuk snorkeling di sekitar Pulau Imana dan Pulau Bawa. Beberapa peserta yang turun snorkeling sangat puas menikmati terumbu karang dan ikan-ikan yang ada. Peserta berkesempatan foto di bawah air dan melihat langsung ikan-ikan dalam jumlah banyak. Komentar dari salah satu peserta “terumbu karangnya bagus, ikannya banyak dan tidak perlu diberikan roti untuk mendekat ke kita” sebagai ungkapan kepuasan selama menikmati kegiatan snorkelingnya.

Setiba di Pantai Sirombu, para peserta mengikuti kegiatan panggung hiburan rakyat dalam rangkaian kegiatan Pesona Bumi Aekhula, dilanjutkan dengan foto bersama di Pantai Sirombu bersama Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat serta Putri Pariwisata Nias Barat 2018. Sore itu sunset terlihat bagus, beberapa peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berburu sunset, kegiatan berburu sunset semakin lengkap dengan adanya ternak lombu/ kerbau yang melintas. Malam hari menuju Hotel Tokosa untuk menginap.

Beberapa catatan peserta saat kunjungan di Pulau Asu dan sekitarnya antara lain: Pulau Asu benar-benar surganya pulau Nias melihat pesona pantai berpasir putih, air laut yang jernih dan bebas polusi, terumbu karang yang terjaga dan ikan-ikan yang banyak, serta ombak surfing yang bagus, makanannya yang enak bisa memanjakan wisatawan yang datang berlibur ke tempat ini. Kebersihan pantai yang tetap terjaga serta keramahan masyarakat sekitar dan pemilik akomodasi mendapatkan penilaian positif dari peserta. Masukan yang disampaikan peserta antara lain: diharapkan agar ada ragam atraksi/ kegiatan lain yang ditawarkan di Pulau Asu agar peserta bisa melakukan ragam aktifitas tidak hanya terbatas pada snorkeling, berenang, surfing. Diusulkan adanya tempat hiburan malam, wahana permainan, dan kuliner. Ketersediaan stok makanan seafood dan kelapa muda juga hendaknya selalu diperhatikan. Perlu adanya penyediaan akmodasi di pulau-pulau lainnya di Kepulauan Hinako sehingga calon wisatawan memiliki pilihan tempat berwisata; perlu adanya patroli rutin dan pengawasan terhadap kapal-kapal luar yang singgah di sekitar kepulauan Hinako untuk menghindari illegal fishing, pengeboman terumbu karang juga menghindari ketidaknyamanan pengunjung di Pulau Asu dan sekitarnya. Hal lain yang diusulkan juga bahwa perlu adanya penyediaan kapal penyeberangan yang layak dan aman mengingat posisi Kepulauan Hinako yang ada di Lautan Hindia.

3.    Pantai Sirombu

Sore hari tanggal 28 Oktober 2018, peserta berkesempatan mengikuti penutupan kegiatan Festival Pesona Aekhula serta hunting sunset di Pantai Sirombu setelah foto bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat. Para peserta sangat menikmati foto bersama.

Beberapa catatan peserta saat kunjungan di Pantai Sirombu antara lain: Pantai Sirombu memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata mengingat bentang pantainya yang panjang yang melengkung membuatnya memiliki landscape yang bagus untuk foto. Juga lokasinya yang menghadap sisi barat sehingga bagus untuk hunting sunset ditambah lagi keberadaan ternak masyarakat (lembu/sapi) bisa menjadi objek foto yang bagus. Peserta mengharapkan adanya penataan lokasi wisata ini serta penyediaan fasilitas umum, penginapan juga hendaknya ditambah jumlahnya sehingga pengunjung bisa menginap. Kebersihan lokasi juga harus tetap dijaga.

4.    Pengrajin Bola Nafo di Desa Lolowau

Pagi hari tanggal 29 Oktober 2018, peserta berkesempatan mengunjungi desa Lolowau yang merupakan salah satu desa pengrajin Bola Nafo di Nias Barat. Saat peserta tiba, masyarakat menyambut dengan tarian maena dan permainan musik tradisional, dilanjutkan dengan kunjungan ke balai desa tempat para wanita berkumpul untuk menganyam bola nafo.

Para peserta sangat antusias melihat bagaimana para perempuan desa terampil menganyam bola nafo, mulai dari mempersiapkan bahan, menganyam hingga selesai. Beberapa peserta mengambil bagian dalam belajar menganyam dan juga membuat sirih. Sebuah pengalaman baru yang belum pernah didapatkan peserta sebelumnya.

Beberapa catatan peserta saat kunjungan ke Desa Lolowau ini antara lain: Kegiatan penyambutan tamu dengan tarian dan musik tradisional serta kegiatan menganyam bola nafo menjadi atraksi yang sangat berkesan dan dicari para wisatawan. Mengajak wisatawan berbaur dan belajar kearifan lokal menjadi nilai plus dalam sektor kepariwisataan. Hal ini membuat para peserta sangat puas dan menikmati kunjungan di akhir kegiatan ini, dimana mereka belajar hal-hal baru serta mendokumentasikan kegiatan ini.

Masukan dari peserta: Kegiatan menganyam bola nafo akan lebih spesial jika dilakukan di dalam rumah adat sehingga menonjolkan sisi budaya dan tradisinya, juga sangat bagus saat difoto. Ketersediaan kerajinan yang sudah ready juga sangat diharapkan sehingga ketika para peserta ingin membeli produk yang sudah jadi, barangnya sudah tersedia. Akses ke desa pengrajin juga perlu diperhatikan agar wisatawan tidak kesulitan saat berkunjung ke lokasi.

Berikut adalah daftar peserta Famtrip Pariwisata Nias Barat 2018.

No Nama Pekerjaan/ Profesi Media yang dimiliki Asal Peserta
1 Putri Dessy Natalia Siburian Putri Pariwisata SUMUT 2016 IG: @putridessyns Medan
2 Susilo Sumantri Radio Announcer, Kontributor Visit Indonesia Official IG: @tri_mancelo, @visitindonesian_official Medan
3 Mayawati Nurhalim Pemimpin Redaksi My Trip Magazine


IG: @mayawati_the_dreamer
Jakarta
4 Lenny Travel Writer/ Blogger Blog: http://www.len-diary.com


IG: @lenny.diary
Jakarta
5 Fajjar Nugraha Social Influencer IG: theweekendwarrior.id Jakarta
6 Rijal Fahmi Mohamadi Travel Blogger/ Travel Vlogger Blog: www.catperku.com


IG: @catperku
Kediri
7 Peter Iman Pascal Mendrofa Professional Photographer IG: @peter.mendrofa, @peter_mendrofa Jakarta
8 Imama Lavi Insani Travel Blogger Blog: www.imamalavins.com


IG: @imamalavins
Jogjakarta
9 Hendrik Yanto Halawa Reporter Kompas TV Gunungsitoli
10 Iman Lase Reporter MNC TV Gunungsitoli

Leave a Reply:

You don't have permission to register